Hmm… Hampir lupa cara menulis neh… saking lamanya absen nulis… ![]()
Pengalaman ke Bromo tanggal 2-4 Desember lalu tak ingin saya lewatkan untuk didokumentasikan di sini. Mungkin bisa menjadi acuan buat mereka yang ingin berwisata ke Bromo menggunakan kendaraan umum…
Setelah googling dan mendapat informasi yang beragam, saya memutuskan rute yang termudah diakses menggunakan kendaraan umum adalah melalui Malang - Probolinggo - Cemorolawang.
Kami berangkat dari Jakarta ke Malang menggunakan kereta api Gajayana. Cukup membosankan, dari jam 17 sampai 9 pagi duduk di kereta. Apa boleh buat, pesawat terbang ke Malang sangat mahal euy… ![]()

Sampai di sana kami mengunjungi seorang kawan untuk jamuan makan siang. Takut kesiangan, jam 12 siang kami minta diri untuk melanjutkan perjalanan menuju Probolinggo menggunakan bus umum non-AC dengan ongkos Rp 14.000,- per orang.
Sesampainya di Probolinggo jam 14 kurang, kami mencari angkutan menuju Bromo (desa Cemorolawang). Tak sulit mencarinya. Angkutan itu berkumpul persis di samping terminal Probolinggo. Terus terang saya salah sangka. Saya bayangkan angkutan ini seperti angkutan Jogja-Kaliurang yang ramai dengan penumpang. Ternyata… OH NO NO. Biarpun ketika itu hari Minggu, dari jam 14 hingga 16 kami menunggu, satu-satunya angkot yang ada hanya terisi 5 orang! Sopir menolak mengangkut penumpang apabila tak penuh. Rugi di solar katanya.

Hmm… semelekethe… batin saya. Memang sebelumnya kami ditawari carter dengan biaya Rp 100.000,-. Kami menolak karena kami pikir bisa naik dengan tarif normal Rp 20.000,-. Ujung-ujungnya mereka setuju berangkat kalau kami membayar Rp 70.000,- (untuk 2 orang). No choice, karena hari mulai senja, kamipun setuju.
Sampai di tujuan hari sudah gelap, jam 18. Kami menginap di sebuah hotel (yang tidak saya sebut karena “not recommended” menurut saya
next time lebih baik menginap di Lava View atau Cafe Lava saja) dengan harga Rp 125.000,- termasuk sarapan untuk 2 orang. Kami juga memesan transportasi jeep ke Pananjakan dan kaki Bromo seharga Rp 75.000,- per orang.
Sampai di sini saya ingin misuh-misuh dulu kepada staff hotel
yang “menyetani” kami untuk menyewa jaket bau seharga Rp 25.000,- dengan intimidasi “nanti di pananjakan dingin banget lho mas, bisa nol derajat”…
NOL DERAJAT GUNDHULMU MLETHEK! ternyata sama sekali tak sedingin yang dikatakan.. saya taksir paling2 20 derajat saja ketika itu
Sudahlah… yang penting pembaca yang belum pernah ke sana dan ingin ke sana jangan mudah ketipu seperti saya ya…
Malam itu kami makan di restoran hotel kampret itu… Nasi ayam bumbu nanas… enak siiih, tapi harganya hmm… 50rb untuk 2 orang.

Pagi-pagi kami dibangunkan staff hotel untuk berangkat menuju Pananjakan. Teman satu jeep kami ketika itu bule dari Belanda, Martine dan mamanya. Mereka ramah dan bisa bahasa Inggris, jadi kamipun bisa ngobrol2 gak penting dengan mereka ![]()
Sayang ketika itu musim hujan, mendung menyelimuti langit, sehingga kami tak bisa menikmati keindahan matahari terbit.

SEBELUM CAHAYA di Pananjakan… ![]()



Jam 6 kami berangkat menuju kaki Bromo. Terlalu banyak orang yang menawarkan angkutan kuda, sehingga agak-agak kurang nyaman buat yang memang ingin berjalan kaki. Namun itu tak terlalu jadi masalah laaah…
Pemandangan Bromo memang unik… a “must see”… tak mudah ditemukan di tempat lain…






Sekitar jam 8-9 kami pulang ke hotel, mandi, sarapan nasi goreng yang tak enak
dan bersiap pulang.
Pulang dari Bromo menuju Probolinggo kami berempat menyewa angkutan Rp 100.000,- (untuk empat orang) dengan perjanjian berangkat langsung, tapi sopir boleh membawa penumpang lain. Gapapa lah, karena kami juga dikejar waktu menuju Batu. Tarif normalnya sih Rp 15.000,- saja.
Dari Probolinggo menuju Malang kami naik bus AC
tarifnya saya lupa, mungkin Rp 18.000,- per orang. Dari Malang menuju Batu naik angkot kecil dengan ongkos Rp 5000,- per orang. Sampai di Batu sudah sore sekitar jam 15 (keluh… rencana berantakan, waktu habis di jalan) dan HUJAN ![]()
Kami mencari penginapan di tengah kota, hotel “BARU” dengan tarif Rp 70.000,- saja. Keluar mencoba bakso malang, mengunjungi kawan, dan pulang ke hotel untuk beristirahat.
Saya terkesan dengan kota Batu. Dikelilingi gunung dan berhawa sejuk, dengan bermacam objek wisata di sekelilingnya. Makanan pun enak-enak dan murah. Sayang tetap saja kurang leluasa mengunjungi tempat-tempat wisata bila tak membawa kendaraan sendiri.


Karena rencana mengunjungi Cangar, Songgoriti, dsb hancur lebur karena kurangnya waktu, paginya kami memutuskan untuk mengunjungi Selecta saja untuk menikmati keindahan taman. Sepulang dari Selecta kami mampir ke kebun apel milik kawan. Kebetulan kawan dari Malaysia ini belum pernah melihat kebun apel (saya juga belum pernah siiih
), jadi saya biarkan dia dengan kenarsisannya berfoto di antara pokok epal, eh, maksud saya pohon apel ![]()

Sore itu kami menuju Juanda menggunakan jasa travel… hmmm… saya lupa harganya tuh… yang jelas murah dan sangat nyaman. AirAsia membawa kami pulang ke Jakarta… fyuh… perjalanan yang melelahkan.
Ada lagi yang minat ke Bromo…? ![]()
8 tanggapan so far ↓
Yung // Februari 25, 2008 pada 4:19 pm
lho kok gak cari info dulu ke org prob kalo mo ke Bromo?
Hedi // Februari 26, 2008 pada 3:29 pm
saya udah empat kali ke Bromo, biasanya ke pelataran pandang jam 4 pagi…pasti dingin, wong 2000 meter dpl, tapi Bromo memang asyik…
ulin // Februari 27, 2008 pada 11:14 am
Foto na…baguuuuus banget….benar2 ciptaan Tuhan maha sempurna…aku seumur hidup belum pernah ke bromo….jadi kepengen…
elly.s // Maret 3, 2008 pada 11:15 pm
oooooo menghilang ke Bromo toh…
jadi itu siabang dari malaysia ituh…
gantian ni ye…
Inget janjinya kalo ke mlys lagi harus mampir…
Ajie // Maret 5, 2008 pada 6:06 pm
Walah ke Bromo gak ngajak2x nih Om ?
ARAGORN LOVERS // Maret 18, 2008 pada 8:39 am
Waduh, Bromo……..
Saya sih suka naek-naek ke gunung kaya gitu. Cuma ongkosnya itu loh…………
Ha…………
Yah, paling g’ kan d tahu gambarannya di sana setelah baca ini. OKS banget de…!!!!!!!
Oh, ya, Lam kenal…………
ardianzzz // Maret 25, 2008 pada 12:36 pm
salam kenal…
foto2x nya keren.. bagusss..
asik nih kayaknya petualangannya…
pr4s // Maret 26, 2008 pada 8:04 pm
Bromo? Asyik juga ya…. butuh berapa hari om?
Tinggalkan Komentar